Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Pentingnya Mendidik Anak untuk Disiplin

Pentingnya mendidik anak untuk disiplin harus diketahui oleh setiap orang tua agar bisa menerapkannya ke dalam pola asuh. Kedisiplinan menjadi materi penting yang harus diajarkan kepada anak demi masa depan mereka yang lebih baik. Sayangnya, beberapa orang tua tidak tahu cara bagaimana mendisiplinkan anak dengan benar. Hal ini seringkali menimbulkan pola asuh yang salah sehingga memberikan dampak buruk dalam perkembangan anak.

Pentingnya Mendidik Anak untuk Disiplin yang Harus Diketahui

Manfaat Disiplin untuk Anak

Usia anak merupakan usia emas dimana orang tua bisa membentuk kepribadian mereka melalui pola asuh yang diberikan. Kedisiplinan menjadi poin penting yang selalu ada dalam pola asuh orang tua terhadap anak. Kedisplinan ini akan memberikan banyak manfaat bagi masa depan anak. Apabila dari kecil anak sudah diajarkan untuk disiplin, mereka akan lebih menghargai waktu, bertanggung jawab, dapat mengatur prioritas dan lain sebagainya.

Tips Mendidik Anak agar Disiplin

Peran orang tua sangatlah penting dalam menanamkan disiplin pada anak. Berikut ini ada beberapa tips bagi orang tua dalam mendisiplinkan anak:

1. Memberikan pengertian pada anak

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada anak bahwa ini dilakukan untuk mendisiplinkan anak dan disiplin akan bermanfaat bagi dirinya. Beritahu juga apa saja manfaat dari disiplin agar mereka dapat menerimanya dengan baik. Gunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh anak agar mereka bisa mengerti bahwa pendisiplinan ini baik untuk mereka. Mungkin tidak mudah untuk memberikan pemahaman pada anak dan butuh hingga berhari-hari.

2. Memberikan jadwal kegiatan pada anak

Untuk mengajari disiplin pada Anak, Anda bisa membuat jadwal kegiatan bagi mereka, mulai pagi hari hingga malam hari. Namun, tidak perlu membuatkan jadwal secara detail karena hal ini akan menyulitkan bagi mereka. Buatkan jadwal kegiatan yang mudah dipahami.

Misalnya saja, di pagi hari mereka harus bangun pukul berapa, kemudian untuk bersiap-siap ke sekolah, tidak perlu membuat waktu tersendiri untuk makan, mandi atau lainnya. Cukup berikan ketentuan pukul berapa mereka harus berangkat. Anda bisa menjelaskan jadwal ini kepada anak agar mereka dapat memahaminya dengan baik. Jangan lupa, tempelkan jadwal ini di kamar anak atau di tempat lain yang strategis bagi anak.

3. Terapkan reward dan punishment

Penerapan reward dan punishment sangat sering digunakan untuk membentuk perilaku anak, termasuk disiplin. Untuk setiap pencapaian anak dalam melakukan pendisiplinan ini, berikan reward ketika mereka mampu mencapainya dan berikan punishment ketika mereka melanggarnya. Reward tidak harus selalu uang atau dalam bentuk barang, melainkan bisa diganti ucapan kasih sayang dan rasa bangga. Sedangkan, untuk punishment pastikan jika punishment tersebut membangun mereka dalam kebaikan.

Demikian pentingnya mendidik anak untuk disiplin yang harus Anda ketahui sebagai orang tua yang baik.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Tips Mengajari Anak Agar Menghargai Orang Lain

Anak memang memiliki tingkah laku yang cukup beragam mulai dari anak-anak yang menggemaskan hingga menjengkelkan. Namun, Anda harus mengetahui tips mengajari anak agar menghargai orang lain. Sebab, terkadang anak yang tidak memiliki rasa menghargai kepada teman sebaya ataupun orang lain merupakan hal yang sangat buruk.

Inilah Tips Mengajari Anak Agar Menghargai Orang Lain

Tips Mengajari Anak Agar Menghargai Orang Lain

Bagaimana orang tua mendidik anak tentu sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang sang buah hati. Sebagai orang tua yang baik, Anda pasti malu jika anak Anda tidak bisa menghargai orang lain atau berlaku kurang sopan kepada orang yang lebih tua. Sebagian besar orang tua tidak ingin anak-anaknya dicap sebagai anak yang kurang didikan. Baik tidaknya perilaku anak, tentunya tidak terlepas dari peran orang tua. Oleh karena itu, Anda harus mengajari anak untuk menghargai orang lain dengan cara sebagai berikut.

1. Mengakui kekurangan anak tanpa menyalahkan sikap

Tips mengajari anak agar selalu menghargai orang lain yang pertama adalah dengan mengakui kesalahan atau kekurangan anak tanpa harus menyalahkan sikapnya. Apabila Anda menemui anak Anda berlaku kurang sopan dengan orang yang lebih tua, maka ada baiknya untuk menanyakan kenapa ia dapat melakukan hal tersebut. Jangan lupa untuk selalu memberikan respon dengan positif dan menasihati anak untuk tidak melakukan hal yang sama di masa mendatang.

2. Menjadi orang tua yang bijak

Orang tua memang menjadi panutan bagi anak-anak, itulah mengapa para orang tua juga harus bersikap dengan bijak agar anak Anda bisa menghargai orang lain. Jangan lupa untuk mengajak anak Anda melakukan diskusi, mengapa mereka bertindak kurang sopan dengan orang lain. Di dalam keluarga, Anda memang tidak perlu untuk membuat aturan terhadap anak dan hindarilah bersikap arogan, di mana akan melukai hati anak.

3. Mengajarkan contoh yang baik

Orang tua memang menjadi teladan bagi setiap anak. Oleh sebab itu, para orang tua juga harus bisa memberikan contoh terbaik seperti bagaimana cara  menghargai orang lain dan cara ini secara tidak langsung dapat membuat anak Anda mengikuti apa yang Anda lakukan. Hindarilah untuk berkata ataupun berperilaku kasar terhadap orang lain yang akan menyebabkan anak Anda menirunya.

4. Memberikan pemahaman dan apresiasi

Tips mengajari anak agar menghargai orang lain berikutnya adalah dengan memberikan pemahaman mengapa kita harus selalu menghargai orang lain, serta jelaskan apa saja manfaat yang bisa didapatkan. Serta Anda juga bisa menjelaskan akibat buruk, apabila tidak menghargai orang lain. Selain itu, anda juga bisa memberikan penghargaan terhadap perilaku positif yang telah dilakukan.

5. Hargai anak sebagai bentuk penghargaan

Ketika Anda berbicara dengan anak, anda diharuskan untuk menggunakan etika. Jika anda sebagai orang tua bertindak tidak baik di depannya, anak akan lebih mudah untuk meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Sebagai contohnya, apabila Anda kerap membentak anak Anda, kemungkinan besar anak juga akan melakukannya pada Anda ataupun orang lain.

Itulah 5 tips mengajari anak agar menghargai orang lain yang bisa anda terapkan. Selain 5 tips di atas, anda juga harus mengajari anak Anda sikap meminta maaf dan kejujuran serta tanggung jawab guna membantu anak untuk lebih menghargai orang lain. Selain itu, anda juga harus menghindari memberikan hukuman apabila anak tidak menghargai orang lain. Sebaiknya Anda memberikan penjelasan mengapa tidak boleh melakukannya. Dengan membiasakan anak menghargai orang lain inilah, anak Anda akan lebih menghargai adanya perbedaan.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Manfaat Membacakan Cerita Sebelum Tidur Bagi Si Kecil

Sebagai orang tua, Anda pasti bingung jika buah hati tak juga tidur padahal hari sudah larut malam. Oleh karenanya manfaat membacakan cerita sebelum tidur bagi si kecil, memang cukup penting diketahui oleh para orang tua. Tidak bisa dipungkiri apabila cara ini juga menjadi salah satu cara yang dipilih, agar si kecil segera tertidur. Apabila anda tidak terlalu pandai dalam mengarang cerita, anda bisa membacakan buku cerita anak-anak yang anda dapatkan dari toko buku. Selain dapat membantu anak untuk mengantuk, ada manfaat lainnya yang cukup penting.

Inilah Manfaat Membacakan Cerita Sebelum Tidur Bagi Si Kecil

Manfaat Membacakan Buku Cerita Untuk Si Kecil

Sebagai orang tua, Anda harus  mengetahui beberapa manfaat membacakan cerita untuk si kecil, di antaranya adalah

1. Dapat mengembangkan imajinasi

Manfaat pertama yang bisa didapatkan melalui membacakan cerita sebelum tidur bagi si kecil adalah dapat membantu si kecil untuk berimajinasi. Anak-anak memang harus dilatih untuk berimajinasi, agar otak mereka dapat bekerja dengan baik dan efektif. Anak memang menyukai dunia imajinasi, dan disinilah para orang tua dapat memilihkan buku cerita terbaik seperti buku cerita bergambar yang dapat membantu anak untuk berimajinasi.

2. Mengembangkan kemampuan bahasa anak

Dengan mendengarkan cerita anak anda akan memiliki banyak kosakata yang dikuasai. Cara ini ternyata juga dapat meningkatkan  kemampuan bahasa pada sang anak. Selain itu, secara otomatis cara ini juga akan membuat anak anda mampu memahami struktur pola kalimat dan penggunaan intonasi yang tepat. Ada banyak jenis buku cerita sebelum tidur yang bisa dipilih oleh para orang tua.

3. Mengajarkan anak untuk memiliki kebiasaan membaca

Bagi anda yang ingin mengajarkan kebiasaan membaca sejak dini, maka cobalah untuk membacakan dongeng sebelum tidur bagi si kecil. Manfaat membacakan cerita sebelum tidur bagi si kecil ini ternyata cukup efektif untuk memberikan rangsangan bagi anak agar memiliki kebiasaan membaca. Semakin sering anda membacakan cerita, maka anak anda juga akan semakin penasaran dengan cerita yang akan anda bacakan selanjutnya.

4. Dapat memberikan stimulasi pada otak

Manfaat membacakan cerita sebelum tidur bagi kecil yang berikutnya adalah dapat memberikan stimulasi pada otak mereka. Selama anda membacakan dongeng sebelum tidur itulah, anak anda kemungkinan besar akan memiliki banyak pertanyaan yang muncul di dalam otak mereka.

5. Dapat  memberikan momen berharga

Adapun manfaat menarik lainnya yang bisa didapatkan dengan rajin membacakan buku cerita anak sebelum tidur pada si kecil, yaitu dapat memberikan orang tua momen berharga. Sebagai seorang orang tua yang baik, tentunya anda tidak ingin membiarkan memori masa kecil anak anda kurang berharga bukan? Membacakan dongeng ataupun cerita anak ini memang akan membuat hubungan orang tua dan anak lebih intim.

Secara tidak langsung membacakan cerita sebelum tidur pada anak dapat membantu agar otak anak-anak dapat bekerja. Ketika anak anda telah melontarkan pertanyaan, sebisa mungkin untuk memberikan jawaban yang tepat. Ingin memiliki anak yang mempunyai kegemaran? Cobalah untuk sering membacakan cerita sebelum tidur karena manfaat membacakan cerita sebelum tidur bagi si kecil ini cukup banyak.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Tips Memotivasi Anak Untuk Menabung

Perlukah anak diajari untuk memiliki kebiasaan menabung sejak dini? Tentu jawabannya adalah tentu saja. Oleh sebab itulah, para orang tua perlu mengetahui tips memotivasi anak untuk menabung. Dengan mengajarkan anak menabung sejak dini, maka anak anda bisa mengatur keuangan mereka apabila telah menginjak usia dewasa nantinya.

Inilah Tips Memotivasi Anak Untuk Menabung

Tips Mengajarkan Anak Menabung

Tabungan merupakan uang yang bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan anda di masa depan. Dengan adanya tabungan inilah, maka anda tidak akan mengalami kesulitan ketika membutuhkan biaya tambahan. Terlebih lagi, di era yang serba modern ini,berbagai macam kebutuhan mengalami peningkatan. Dengan kondisi seperti inilah, para orang tua bisa menerapkan tips menabung kepada anak di bawah ini.

1. Mengenalkan konsep uang dan menabung 

Agar anak anda termotivasi untuk menabung, ada baiknya para orang tua bisa memperkenalkan konsep uang dan menabung bagi anak. Tetapi hal utama yang bisa anda lakukan adalah memperkenalkan konsep uang itu sendiri. Anda bisa memulai untuk mengenalkan berbagai macam pecahan uang mulai dari yang terkecil hingga besar baik itu uang koin ataupun kertas.

2. Uang saku untuk menabung 

Tips memotivasi anak untuk menabung selanjutnya adalah dengan memberikan pancingan yakni dengan memberikan uang saku secukupnya, dimana disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sebagai contohnya, anda memberikan uang sebanyak Rp.10.000 pada anak yang telah berusia sekolah dasar dan anda harus memberikan aturan. Apabila anak anda harus menyisakan uang untuk ditabung dan mengajari mereka untuk mengendalikan diri saat menggunakan uang.

3. Menabung dengan celengan

Cara ini juga banyak dipilih para orang tua yang ini mengajarkan anak untuk menabung sejak dini. Anda bisa memberikan celengan yang memiliki bentuk unik untuk anak. Cara ini dapat merangsang anak untuk rajin menabung dan anda juga bisa meminta anak anda, untuk menyisihkan uang yang dimasukkan ke dalam tabungan dan biarkan anak anda yang memasukkan uang mereka sendiri.

4. Memberikan pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan 

Adapun cara berikutnya yang bisa anda pilih untuk memberikan motivasi anak agar bisa menabung sejak dini yaitu dengan memberikan pengetahuan mengenai kebutuhan dan keinginan. Diharapkan anak akan lebih bijak dalam mempergunakan uang mereka dengan bijak. Jangan sampai anak anda menggunakan uangnya secara sembarang.

5. Mengenalkan perbedaan menabung dan belanja 

Anak anda akan minat dengan berbagai macam hal apabila pengetahuannya seputar penggunaan uang dapat berkembang dengan baik. Selain memberikan pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan, para orang tua juga harus memberikan pemahaman mengenai keuntungan dan manfaat apa saja yang akan didapatkan dengan menabung dan apa saja akibatnya jika membelanjakan uang semuanya.

Hal penting lainnya yang bisa anda lakukan untuk mengajarkan anak menabung adalah dengan mengajarkan anak anda untuk mencatat. Tips memotivasi anak untuk menabung ini akan semakin mengasyikkan dan merangsang anak anda untuk gemar menabung. Cobalah untuk menyediakan buku catatan untuk tabungan anak, serta anda bisa memberikan kesempatan anak anda untuk mencatat jumlah tabungan tersebut.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan Pada Anak

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, apabila anak-anak memiliki kebiasaan jajan. Tetapi apabila anak anda memiliki kebiasaan jajan berlebihan, para orang tua memang harus segera mengetahui cara mengurangi kebiasaan jajan pada anak, agar tidak berlangsung secara terus-menerus. Tidak bisa dipungkiri apabila kebiasaan jajan anak anda tersebut dapat mengganggu keuangan anda.

Inilah Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan Pada Anak

Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan 

Sebenarnya ada berbagai macam penyebab mengapa anak anda memiliki kebiasaan jajan tersebut. Bahkan bisa jadi kebiasaan tersebut muncul lantaran meniru kebiasaan para orang tuanya atau kebiasaan tersebut muncul akibat dari tidak tersedianya camilan di dalam rumah. Peran para orang tua untuk anak memang cukup penting, termasuk dalam mengetahui cara mengurangi kebiasaan memakan jajan pada anak.

1. Memberikan aturan pada anak 

Dalam menyayangi buah hati, anda memang tidak harus memanjakannya secara berlebih terutama dalam urusam membeli jajan. Di sinilah, untuk mengurangi kebiasaan tersebut, anda bisa mulai membuat aturan mengenai kebiasaan jajan anak anda sebagai contohnya anak anda hanya boleh membeli jajan, apabila telah menyelesaikan makan siang. Secara tidak langsung dapat mengurangi minat anak untuk jajan.

2. Mengajak anak anda untuk membuat jajan

Salah satu penyebab mengapa anak anda memiliki kebiasaan jajan adalah tidak tersedianya makanan di rumah. Oleh sebab itu, keinginan anak untuk membeli jajan tidak bisa ditahan. Dan para orang tua harus lebih bijak dalam menangani hal ini. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak anak membuat jajan bersama. Ada berbagai macam jajanan yang bisa anda buat bersama-sama buah hati. Misalnya saja, anda bisa mengajak anak untuk membuat cookies atau kue kering lainnya. Cara ini juga akan membuat anak anda menikmati setiap proses memasak. Tak hanya itu saja, anda juga harus memperhatikan jenis makanan seperti apakah yang menjadi favorit anak anda.

3. Mendampingi anak saat menonton TV

Cara mengurangi kebiasaan jajan pada anak yang berikutnya adalah dengan mendampingi buah hati anda ketika menonton televisi. Memang telah menjadi keharusan sendiri apabila para orang tua harus memperhatikan apa saja tontonan yang baik untuk anak. Selain itu, cara ini juga dapat mengurangi anak untuk menyaksikan iklan yang dikemas di TV. Cara ini dapat menekan ketertarikan anak untuk tidak tertarik jajan.

4. Memberikan pengertian bahaya jajan sembarangan 

Agar bunda dapat mengurangi kebiasaan jajan anak dengan pelan-pelan, sebaiknya para orang tua juga harus menjelaskan bahaya apa saja yang terdapat pada makanan yang dibeli anak anda secara sembarangan. Anda juga harus memberikan gambaran seperti apakah makanan yang mempunyai kandungan berbahaya. Hal ini tentu akan membuat si kecil lebih selektif saat jajan.

Itulah beberapa cara mengurangi kebiasaan suka jajan pada anak yang wajib diketahui. Jangan lupa untuk sesekali memberikan kesempatan anak anda untuk jajan diluar dan tetap awasi jajan apakah yang anak anda beli. Jangan sampai anak anda memilih makanan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan mereka. Oleh sebab itu, cara mengurangi kebiasaan jajan pada anak sangat tepat dan menggantinya dengan jajanan yang bernutrisi dan menyehatkan.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Penyebab Anak Suka Jajan

Anak yang memiliki kebiasaan jajan tentu dapat membuat para orang tua pusing bukan? Ada banyak penyebab anak suka jajan ketimbang makanan sehat. Untuk itu, para orang tua memang dituntut untuk mengetahui apa saja penyebabnya. Hal itu tidak lain karena kebiasaan anak yang suka jajan, selain dapat membuat boros ternyata juga dapat menyebabkan seorang anak rentan terserang penyakit, terlebih jika anak anda membeli jajan secara sembarangan.

Inilah Penyebab Anak Suka Jajan

Inilah Penyebab Anak Suka Makan Jajan 

Sebagian besar anak-anak memang menyukai kebiasaan jajan. Hal ini tentu tidak jarang membuat para orang tua pusing dalam menghadapi anak yang memiliki kegemaran jajan tersebut. Terlebih lagi, apabila kondisi keuangan anda sedang tidak stabil, maka anda akan semakin kebingungan ketika anak anda ingin membeli jajan. Nah, di sinilah para orang tua memang harus mengetahui penyebab anak suka jajan.

1. Meniru gaya hidup orang tua 

Tidak bisa dipungkiri apabila peran para orang tua cukup penting untuk anak-anak dan kemungkinan besar mereka juga akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh para orang tua, termasuk para orang tua yang memiliki kebiasaan jajan di luar. Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi salah satu penyebab anak memiliki kebiasaan jajan di luar. Para orang tua juga tidak harus menyerahkan anak mereka, ada baiknya untuk melakukan intervensi untuk mengurangi jajan di luar.

2. Tidak Tersedianya camilan di rumah 

Apakah anak anda memiliki kebiasaan jajan di luar? Jika demikian, kemungkinan besar penyebab anak menyukai jajan di luar adalah tidak tersedianya camilan di rumah. Usia anak-anak memang memiliki kebiasaan mengkonsumsi camilan. Apabila di rumah kita tidak ada camilan, jangan salahkan apabila anak anda suka jajan di luar. Di sinilah para orang tua, harus bisa lebih perduli dengan menyediakan camilan di rumah.

3. Bosan dengan camilan di rumah 

Bunda kerap menyediakan makanan atau camilan itu-itu saja? Jika demikian, bisa jadi penyebab anak anda suka jajan di luar adalah karena bosan dengan camilan yang anda hidangkan. Memang menjadi keharusan tersendiri apabila para orang tua harus lebih kreatif dalam menghindangkan camilan yang lebih variatif. Selain itu, penyebab anak menyukai jajan yang berikutnya adalah makanan yang disajikan kurang menarik.

4. Rasa ingin tahu yang cukup tinggi 

Anak yang suka jajan di luar memang tidak sepenuhnya disalahkan, bunda. Hal itu tentunya ada banyak penyebab mengapa anak lebih suka jajan di luar. Penyebab yang paling banyak ditemukan adalah karena anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi terutama saat anak telah memasuki usia pra sekolah, di mana minat untuk bereksplorasi akan semakin meningkat.

Nah, di sini para orang tua memang harus lebih kreatif untuk menciptakan kreasi makanan untuk si kecil. Ada berbagai macam resep yang bisa anda temukan di Internet dan pastinya pilihlah camilan yang menyehatkan untuk buah hati.

Demikian beberapa penyebab anak suka jajan yang perlu diketahui oleh para orang tua. Dengan mengetahui penyebab itulah, anda bisa mengambil langkah terbaik.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Tips Mendidik Anak yang Suka Melawan Orang Tua

Jika anak menunjukkan tanda-tanda sering melawan orang tua, anda membutuhkan tips mendidik anak yang suka melawan orang tua. Tidak bisa dipungkiri, apabila anak yang sering melawan orang tua, justru akan membuat kita semakin emosi. Padahal di sinilah para orang tua harus menahan emosi tersebut agar anak tidak semakin melawan anda.

Inilah Tips Mendidik Anak yang Suka Melawan Orang Tua

Inilah Tips Mendidik Anak yang Melawan Orang Tua

Para orang tua memang harus mengetahui pentingnya tips mendidik anak yang suka melawan perintah orang tua. Berikut ini beberapa tipsnya.

1. Mempertahankan sikap tegas 

Memiliki sikap yang tegas memang anda butuhkan. Hal itu tidak lain karena anda bisa mengambil langkah yang tepat ketika anak anda melakukan kesalahan, sehingga anak anda bisa menghindari sikap melawan orang tua. Dengan cara inilah, anak anda akan mengetahui apabila anda serius. Sebagai contohnya memberikan batasan waktu untuk bermain.

2. Mencoba memperbaiki komunikasi 

Salah satu penyebab yang memicu seorang anak memiliki kebiasaan melawan orang tua adalah buruknya komunikasi dengan para orang tua. Komunikasi yang bagus tentu akan mendidik anak anda menjadi seseorang yang baik. Jika selama ini anda memiliki komunikasi yang kurang dengan anak, anda bisa segera mencoba memperbaiki intensitas dan kualitas anda dalam berkomunikasi.

3. Berikan Perhatian pada Anak 

Sebenarnya, jika para orangtua lebih jeli, melawan orangtua adalah salah satu cara yang dilakukan oleh kebanyakan anak untuk mendapatkan perhatian dari anda. Hal itu tidak lain karena banyak orangtua yang terlalu sibuk sehingga lupa untuk memberikan perhatian pada si kecil. Nah, di sinilah anda bisa mencoba untuk memberikan perhatian khusus untuk anak anda agar merasa tidak diabaikan oleh orangtuanya.

4. Menjadi pendengar yang baik 

Anak anda membutuhkan seseorang yang dapat menjadi pendengar yang bagus. Kendati pendapat yang disampaikan oleh anak anda belum terlalu berarti bagi anda, namun ada baiknya anda tetap menjadi seorang pendengar yang baik untuk anak anda. Hal itu tidak lain karena saat pendapatnya didengar oleh anda, itu sangat berarti bagi mereka. Cara ini secara tidak langsung juga dapat mengajarkan anak anda sikap menghargai.

5. Melakukan introspeksi 

Tips mendidik anak yang suka melawan orang tua selanjutnya adalah dengan melihat apakah sikap yang dimiliki oleh anak anda tersebut berasal dari anda ataukah dari luar. Di sinilah, anda harus mencoba untuk introspeksi diri dan mencari penyebab mengapa anak anda memiliki kebiasaan melawan orang tua. Para orang tua memang menjadi orang pertama yang menjadi panutan seorang anak.

Cobalah juga untuk melihat minat yang dimiliki oleh anak anda. Pasalnya sikap melawan tersebut bisa muncul lantaran energi besar yang terdapat pada anak anda tidak diarahkan dengan baik. Selain itu, anda juga bisa menuntun anak anda untuk menyalurkan bakat yang dimiliki dan berikan nasehat terbaik dan benar. Juga lebih seringlah untuk melakukan komunikasi dan jangan terlalu memanjakan anak anda.

Dengan beberapa tips mendidik anak yang suka melawan orang tua tersebut, Anda bisa mengubah perilaku anak yang awalnya bandel menjadi lebih mudah di atur. Sehingga anak bisa memiliki kepribadian yang lebih baik.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Penyebab Anak Malas Belajar

Orang tua sering bingung dengan penyebab anak malas belajar, merasa bahwa hal itu selama ini sulit mereka tangani. Mereka sudah berusaha untuk menuruti apa yang anak mereka inginkan, mulai dari mengajak ke tempat-tempat yang menyenangkan, mengajak membeli makanan kesukaan atau bahkan mainan-mainan paling baru. Padahal belum tentu yang menjadi masalah anak menjadi malas adalah karena aspek reward yang kurang, sehingga tidak selalu hal itu efektif.

Setiap orangtua tentunya berharap anaknya mau rajin belajar sesuai dengan tingkatannya. Dengan demikian, orang tua pun bisa lebih fokus pada urusan lain misal mencari nafkah, mengurusi rumah dan selainnya. Faktanya, anak malas belajar masih menjadi masalah klasik yang dialami banyak orangtua. Karenanya artikel ini hendak mengulasnya untuk para orang tua.

Penyebab dari Dalam Diri Anak 

Ketika anak merasa sulit untuk konsentrasi dengan apa yang dipelajari, hal itu akhirnya membuatnya stres dan malas untuk belajar. Mereka lebih memilih untuk melakukan hal lainnya yang ringan dan menyenangkan. Hal itu juga bisa terjadi jika ia tidak menyukai materi yang harus ia pelajari, biasanya terlihat perbedaan semangat ketika mempelajari materi tersebut dengan selainnya. Apalagi jika lingkungan tempat belajarnya ia rasakan tidak nyaman.

Jangan salah, hal ini bukan hanya menjadi masalah anak yang bodoh, kebosanan seorang anak cerdas pun bisa menjadi penyebab anak malas belajar. Apalagi jika mereka merasa bahwa apa yang mereka pelajari tidak membawa perubahan atau bermanfaat untuk mereka. Hal itu membuat mereka merasa belajar bukan hal penting untuk dilakukan. Selain itu perasaan gagal atau putus asa juga bisa menyebabkan mereka malas untuk belajar.

Gambar Penyebab Anak Malas Belajar

Penyebab dari Luar Diri Anak

Hal-hal diluar diri anak yang bisa menjadi penyebab rasa malas, bisa dari lingkungan yang terlalu menekan hingga justru membuat stres. Guru atau teman yang tidak kooperatif pun akan menimbulkan rasa malas itu, apalagi jika kasusnya kompleks seperti bullying, pengucilan, adanya kasta dan sebagainya. Karena tidak semua anak memiliki daya tahan psikologis yang bisa membuatnya tetap bisa fokus ketika berada dalam keadaan tertekan secara psikologis.

Sehingga bagi orangtua yang tidak bisa menemukan masalah pada internal anak, namun melihat anak mereka malas untuk belajar, bisa mulai melihat ke luar. Bisa bertanya ke guru di sekolah untuk mengetahui kondisi pembelajaran di kelas. Jika gurunya tidak banyak memberikan keterangan, maka orangtua perlu mendekati anak supaya ia mau bercerita tentang masalah apa yang membuat ia malas untuk belajar di sekolah.

Keterangan penting juga bisa didapatkan dari teman-teman yang biasanya bermain dengan anak. Orangtua bisa menstimulus anak untuk mengajak temannya bermain, kemudian mengamati interaksi antara mereka sehingga bisa didapatkan data lebih banyak tentang interaksi sosial dan potensi penyebab anak malas belajar.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Trik Jitu Mengatasi Anak yang Susah Makan

Sebagai orang tua, tentu anda merasa cemas jika buah hati anda menolak atau tidak menyentuh makanan yg anda berikan. Di awal anda pasti akan merasa stress dan memaksa anak anda untuk makan. Ujung-ujungnya anak anda akan merasa tertekan dan suasana makan menjadi tegang, kalaupun terpaksa anak anda akan tetap makan walaupun sambil meronta bahkan tak jarang sampai menangis karena merasa terpaksa saat makan. Kalau terus dibiarkan tentu akan berdampak negatif terhadap kesehatan si buah hati. Selain berdampak terhadap kurangnya nutrisi yang masuk ke tubuh, juga bisa berdampak kepada psikologis buah hati karena tekanan tadi. Bisa jadi berdampak trauma dan akan mempengaruhi perkembangan jiwanya.

Beberapa Trik Jitu Mengatasi Anak Susah Makan

Tentu sebagai orang tua, kita tidak ingin buah hati kita mengalami kekurangan gizi maupun terganggu perkembangan psikologisnya. Untuk itu ada beberapa trik jitu mengatasi anak susah makan sehingga orang tua tidak akan merasa khawatir lagi jika anak tidak mendapat gizi yang cukup untuk pertumbuhannya.

Mengatasi Anak Susah Makan

Berikut ini beberapa trik jitu mengatasi anak susah makan yang cukup efektif dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi anak susah makan.
  • Ciptakan suasana menyenangkan saat anak makan. Suasana menyenangkan bisa tercipta saat anak makan bersama keluarga. Ajaklah anak anda duduk dalam satu meja makan. 
  • Beri anak asupan makanan yang sesuai dengan usia dan perkembangan tubuhnya. Beri porsi yang cukup bukan berlebih, jika anak merasa kurang ia boleh minta tambah.
  • Sajikan menu bervariasi agar anak tidak bosan. Usahakan alat makan berwarna warni dan menarik untuk anak. Pastikan peralatan makan aman digunakan meskipun dari bahan plastik yang menarik. Biasanya peralatan makan yang aman ada label bertuliskan SNI. 
  • Sediakan makanan ringan yang padat kalori. Makanan ringan padat kalori seperti olahan tepung (roti,cake, kue kering) olahan susu(yogurt), selai kacang, olahan buah dan sayur (jus buah, salad buah, stik sayur). Makanan yang padat gizi dan kaya akan energi lebih baik dari pada kudapan dan membuat anak cepat kenyang.
  • Jadwalkan waktu yang tepat untuk memberikan makan dan camilan. Untuk camilan, Anda bisa memberikan buah-buahan sebagai pilihan camilan sehat. 
  • Latihlah kemandirian anak agar bisa makan sendiri. Berikan kepercayaan dan dukungan agar ia merasa percaya diri dan mampu makan sendiri. 
  • Berikan anak variasi jenis makanan yang baru dengan porsi secukupnya. Jika ia mulai terbiasa, Anda bisa menambah porsi dan mencari variasi lain agar ia tidak merasa bosan dan senang dengan pengalaman mengenal makanan baru.
  • Jangan ada paksaan untuk makan dan jangan memburu anak agar makan dengan cepat.
  • Usahakan untuk selalu menawarkan makanan. Jika ia menolak suatu makanan, boleh jadi sebetulnya ia suka makanan tersebut, namun ia memerlukan sedikit dorongan yang memotivasinya untuk bisa menjadi lebih tertarik dengan makanan tersebut.
  • Pastikan makanan kesukaan anak kaya akan gizi dan nutrisi yang penting untuk tubuhnya.
  • Kenalkan anak beragam jenis makanan sejak usia dini agar ia selalu memiliki selera makan yang baik.
  • Berikan suplemen penambah nafsu makan jika diperlukan. Pilihlah suplemen yang memiliki banyak kandungan yang baik untuk tubuh, terutama untuk anak seperti DHA, EPA, dan AA yang sangat baik untuk perkembangan otak anak dan mampu merangsang anak, sehingga nafsu makan akan bertambah. 
Itulah beberapa Trik Jitu Mengatasi Anak yang Susah Makan yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Inilah Cara Mendidik Anak Hipearktif yang Paling Baik

Memiliki seorang anak tentu membuat sebuah keluarga menjadi lengkap. Maka dari itu sejak didalam kandungan sampai lahir bahkan hingga ia dewasa orang tua selalu menyayangi anaknya dan menginginkan anaknya sukses didepan matanya. Namun setiap anak memiliki kriteria yang berbeda-beda, ada anak yang pasif, ada anak yang aktif dan ada pula anak yang hiperaktif. Orang tua harus paham betul karakteristik anak jenis ini jangan mudah menganggap anak itu bodoh, karena anak-anak itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu maka bagi anda yang kesulitan mendidik anak, terutama anak yang hiperaktif, maka berikut ini beberapa cara mendidik anak hiperaktif untuk para ibu.

Beberapa Cara Mendidik Anak Hiperaktif

Dengan Cara Yang Halus dan Sabar

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para ibu sebagai cara mendidik anak hiperaktif yaitu dengan cara yang halus dan juga sabar. Anak yang hiperaktif tentu memiliki keaktifan yang diatas rata-rata sehingga seorang ibu harus lebih sabar dan juga halus dalam menghadapinya. Jangan sampai mengatakan hal-hal yang kasar apalagi sampai menghina dan menghakimi anak tersebut. Anak-anak itu harus dihadapi dengan cara yang paling lembut dan halus, jangan sampai anak menjadi mencontoh perilaku kasar yang sedang anda lakukan. Ingat anak akan selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya, jika orang tuanya kasar maka tidak menutup kemungkinan jika anak anda kelak menjadi kaasar terlebih anak yang hiperaktif biasanya memiliki daya tangkap yang lebih cepat dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi.

Dengan Cara Memberikan Contoh Yang Baik

Selain dengan mendidik secara halus dan juga sabar, cara mendidik anak hiperaktif selanjutnya yaitu dengan cara memberikan contoh yang baik untuk anak. Pendidikan yang paling dasar yang akan diterima oleh anak adalah orang tua, jadi berilah contoh yang terbaik untuk anak-anak anda. Jika anda membiasakan anak untuk melakukan aktifitas yang baik dengan diberikan contoh dan juga beberapa pengertian, maka anak yang sangat hiperaktifpun bisa menerimanya dengan baik. Bahkan anak anda yang hiperaktif itu bisa menjadi salah satu anak yang cerdas jika dibimbing dengan baik oleh orang tua.

Ada banyak sekali contoh yang bisa anda berikan ke anak, misalnya dengan memberikan contoh pada saat makan yang baik, bangun tidur yang teratur, dan juga cara beribadah. Jika anda bisa memberikan contoh-contoh tadi maka anak pasti bisa mengikuti dengan baik, tidak perlu terlalu berlebihan cukup berdasarkan kebiasaan-kebiasaan yang sederhana saja bisa membuat anak menjadi lebih baik.

Demikian tadi beberapa informasi yang bisa dibagikan untuk anda yaitu cara mendidik anak hiperaktif. Selamat mendidik anak anda, dan jangan lupa memberikan pujian kepada anak ketika ia melakukan sesuatu. Semoga uraian yang sudah disampaikan tadi bisa bermanfaat untuk kita semua.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

Manfaat dan Cara Mengenalkan Puasa Ramadhan pada Anak

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bagi umat Islam puasa pada bulan ramadhan adalah wajib hukumnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada Bulan Ramadhan dibagi menjadi 3 bagian diantaranya :

1/3 bulan atau 10 hari yang pertama di Bulan Ramadan adalah Rahmat. Pada 10 hari itu, banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah kepada kita. Oleh karena itu sebaiknya di 10 hari pertama ini, kita banyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar kita selalu mendapat rahmatNya.

1/3 yang kedua atau 10 hari kedua di bulan Ramadhan adalah maghfirah atau ampunan. Pada 10 hari kedua hendaklah kita memperbanyak sholat malam, berdoa dan dzikir, memperbanyak istighfar serta bermuhasabah diri karena pada sepuluh hari kedua ini adalah kesempatan kita untuk memohon ampunan Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat agar kita mendapatkan maghfirah dan dijauhkan dari siksa api neraka.

Dan 1/3 yang terakhir atau 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka. Pada 10 hari terakhir ini ada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Oleh karena itu, hendaknya di 10 hari terakhir, kita harus berusaha mendapatkan Lailatul Qadar dengan memperbanyak dan meningkatkan ibadah kita, salah satu caranya adalah dengan i'tikaf di masjid.

Manfaat Mengenalkan Puasa Ramadhan pada Anak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya puasa Ramadhan hukumnya wajib. Puasa Ramadhan wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh). Lantas kapan puasa itu dikenalkan kepada anak-anak, sedangkan mereka belum memenuhi syarat wajib puasa.

Gambar Anak Sedang Berpuasa Ramadhan

Sejatinya, ibadah puasa harus dikenalkan kepada anak-anak kita sedini mungkin dan pelaksanaannya tergantung kemampuan anak. Ada beberapa manfaat yang dapat kita ambil jika kita mengikut-sertakan anak-anak kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan di antaranya adalah

Belajar Mengenal Allah 
Dengan ikut berpuasa Ramadhan, anak-anak akan merasakan keberadaan Allah di sekeliling kita. Mereka akan akrab dengan lantunan do’a di sepanjang bulan Ramadhan bersama keluarga, saudara, teman-teman di sekitar rumah bahkan teman-teman di sekolah. Mereka percaya bahwa doa mereka akan dikabulkan pada saat hari raya nanti.

Melatih Anak Bersikap Jujur 
Ibadah puasa Ramadhan dapat melatih anak-anak kita untuk berlaku jujur. Ajarkan pada mereka bahwa puasa ada waktunya kapan harus makan minum dan ada waktunya tidak boleh makan minum. Tanamkan pada diri anak kita bahwa Allah senantiasa melihat apa yang mereka lakukan walaupun orang lain tidak tahu termasuk orang tuanya.

Melatih Anak Bersikap Sabar 
Dengan puasa di bulan Ramadhan anak kita dapat berlatih sabar melalui bagaimana mereka tahu waktu kapan harus makan minum dan kapan harus menahan lapar dan dahaga sampai pada saatnya berbuka puasa. Namun demikian, waktu berpuasa harus disesuaikan dengan kemampuan anak-anak yang tentunya tidak sama dengan waktu puasa orang yang sudah baligh (dewasa).

Melatih Anak Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Anak-anak cenderung meniru perilaku orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika sebelumnya anak memiliki sifat yang kurang baik misal suka marah atau bahkan sering mengumpat. Dengan melatih mereka berpuasa, mengajak mereka sholat tarawih di masjid, belajar mengaji bersama, membiasakan diri untuk mengatakan hal-hal yang baik, maka perilaku yang kurang baik akan mudah dicegah

Melatih Anak agar Pandai Bersyukur
Berilah anak-anak penghargaan atas keteguhan dan kesungguhannya dalam menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadhan. Ajarkan kepada mereka untuk bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rizki sehingga kita dapat merayakan Idhul Fitri.

Cara Mengenalkan Puasa Ramadhan pada Anak

Setelah mengetahui manfaat mengenalkan puasa Ramadhan pada anak, lalu bagaimanakah cara kita memperkenalkan ibadah Ramadhan tersebut kepada anak-anak agar mereka dapat istiqamah menjalankan ibadah ketika mereka dewasa kelak? Berikut ini ulasannya.

Mengajak Mereka Sahur
Bangunkan anak-anak untuk makan sahur sejak dia masih berusia dini. Tidak masalah jika dia bangun atau tidak atau setelah bangun dia akan ikut makan sahur atau tidak. Yang penting kita harus terus membangunkan dia saat sahur setiap hari selama sebulan penuh yang tentunya dengan lemah lembut dan tidak terlalu memaksa.

Biarkan Mereka Berbuka di Siang Hari
Biarkan anak-anak berpuasa siang. Dan ketika hari sudah siang, biarkan sang anak berbuka bila dia tidak kuat tetapi kemudian suruh melanjutkan lagi. Biarkan dia berbuka lagi lalu melanjutkan lagi. Teruskan begitu sampai waktu berbuka tiba. Jangan sekali-kali orang tua atau ibu makan-minum di depan anak ketika sedang ada halangan. Makanlah dengan secara sembunyi-sembunyi dan tetap berlaku seolah-olah sedang berpuasa.

Menceritakan Kisah-Kisah Islami
Sambil menunggu saat berbuka puasa, ada baiknya orang tua memberikan pendidikan Islami dengan bercerita. Kisah-kisah terbaik untuk anak-anak adalah kisah Islami. Kisah-kisah tersebut harus diceritakan dengan gaya bahasa anak-anak agar mudah diterima. Lebih baik lagi jika orang tua sudah hafal diluar kepala tentang kisah-kisah tersebut agar tidak perlu membaca buku untuk menceritakan kepada anaknya

Berbuka Bersama
Ketika berbuka puasa, usahakan untuk berbuka puasa bersama. Ajak anak-anak untuk ngabuburit. Jalan-jalan menjelang berbuka puasa dan makan-makan di tempat makan favorit keluarga. Akan lebih baik lagi bila diadakan acara buka bersama keluarga besar, teman, atau saudara.

Mengajak Anak Ke Masjid
Ketika malam tiba, ajaklah anak-anak ke mushalla atau masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah. Tidak masalah apakah nanti dia ikut sholat dengan tertib atau justru malah tidur karena mengantuk.

Demikianlah artikel tentang Manfaat dan Cara Mengenalkan Puasa Ramadhan pada Anak. Lambat laun, pada akhirnya kita menyadari bahwa anak-anak perlu contoh yang baik dari orang tuanya, maka dari itu keberhasilan kita dalam mendidik anak harus dimulai dari diri kita masing-masing.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini

5 Cara Efektif Mengajari Anak Membaca di Rumah

Sebagai orang tua, sudah pasti akan merasa senang jika anaknya pandai. Orang tua pasti bangga memiliki anak yang bisa membaca pada usia dini. Walaupun sebenarnya mengajarkan anak membaca pada usia dini tidak dianjurkan. Namun kenyataannya banyak orang tua yang kesannya memaksakan anaknya agar bisa membaca.

Berbicara mengenai membaca untuk anak usia dini sampai saat ini masih menimbulkan pro dan kontra. Jika kita melihat sistem pendidikan di Indonesia antara prasekolah atau Taman Kanak-kanak dengan Sekolah Dasar tampak tidak sejalan. Di satu pihak Kementerian Pendidikan melarang murid-murid TK atau Pra SD diajarkan calistung (baca, tulis, hitung), tetapi di lain pihak tidak sedikit SD yang mensyaratkan calon siswanya harus bisa membaca dan menulis sehingga diadakan seleksi masuk Sekolah Dasar dengan tes baca tulis.

Karena kebijakan itulah yang terkadang membuat orang tua merasa was-was jika mengetahui anaknya yang sudah duduk di bangku TK B belum juga bisa membaca.Berbagai cara pun dilakukan agar anak bisa membaca salah satunya mendatangkan guru privat atau memasukkan anak ke lembaga bimbingan belajar.

Sebenarnya mengajari anak membaca bisa dilakukan secara mandiri. Yang terkadang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya agar anak bisa cepat membaca. Memang tidak mudah ya, kuncinya adalah mengajari anak diperlukan kesabaran ekstra dan juga kelembutan agar anak tidak merasa terpaksa serta tidak merasa tertekan.

Nah , berikut ini beberapa poin penting yang harus diperhatikan orang tua yang ingin mengajari anak membaca secara mandiri.

Cara efektif mengajari anak membaca

Mengajari Membaca Sambil menyanyikan lagu

Kita semua tahu kan kalau dunia anak adalah bermain, bernyanyi adalah salah satunya. Belajar membaca sambil bernyanyi adalah cara yang paling mudah untuk diterapkan. Kita bisa mengajak anak menghafalkan huruf dengan menyanyikan lagu A B C D E F G sampai Z .Metode ini terbukti sangat efektif  karena anak akan lebih mudah mengingatnya. Selain itu, anak juga akan merasa senang karena menyanyi bagi anak adalah hal yang menyenangkan dan tentunya akan mengurangi rasa bosan.

Mengajari membaca dengan Media pembelajaran

Banyak sekali alat bantu belajar misalnya Karpet huruf  yang gambarnya huruf dan angka. Selain untuk alas bermain, karpet huruf bisa dijadikan media belajar. Metode belajar seperti ini lumayan efektif karena selain bermain anak juga bisa belajar mengenali huruf dan angka. Atau jika anda memiliki waktu luang , anda bisa membuatkan sendiri media pembelajaran dari kain flanel dalam bentuk papan flanel lengkap dengan huruf alphabet. Selain karpet huruf  dan papan flanel , video pembelajaran dan game-game pembelajaran saat ini juga banyak membantu orang tua dalam hal mengajari anak membaca, mengenal huruf dan angka. Video pembelajaran ini berupa aplikasi yang bisa didownload. Dengan media pembelajaran seperti ini , anak akan lebih antusias karena belajar menjadi lebih menyenangkan dengan suguhan gambar bergerak dan didukung audio visual yang sangat menarik sehingga proses belajar  tidak monoton.

Mengajari Membaca Sambil Bercerita

Sebagai orang tua tentunya pernah kan membacakan cerita atau dongeng kepada anaknya sebelum tidur ? Cerita atau dongeng bisa membangkitkan daya imajinasi anak. Ternyata mengajari anak sambil bercerita juga bisa dilakukan dengan cara membaca buku cerita bergambar. Biasanya anak cenderung tertarik dengan cerita fiktif misalnya kisah kancil dan buaya. Dengan membacakan cerita akan mendorong minat anak untuk membacanya sendiri. Dengan demikian anak akan lebih memiliki semangat dalam belajar membaca.

Konsisten 
 
Luangkan waktu untuk mengajari anak membaca setiap hari. Jangan terlalu lama agar anak tidak merasa bosan. Cukup 10 sampai 15 menit saja. Selanjutnya biarkan anak bermain lagi. Proses membaca setiap hari ini dibutuhkan untuk membantu anak lancar membaca.

Memahami Mood Anak

Memahami mood anak juga mendukung proses ketika belajar sedang berlangsung. Sebaiknya jangan memaksakan kehendak ketika anak sedang ngambek, mengantuk, atau lelah ketika diajak belajar karena anak pasti menolak dan yang dikawatirkan anak sudah tidak mau belajar lagi. Ketika mood anak sedang tidak baik sebaiknya alihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain , bercanda atau menyuruhnya menyanyikan lagu. Jika mood anak sudah baik, ajak lagi belajar membaca yang mudah-mudah saja dulu. Jangan lupa memberikan pujian jika anak bisa membaca meskipun hanya satu kata saja. Karena pujian bagi anak bisa menjadi penyemangat dan tentunya membuat anak semakin senang.

Itulah  5 cara efektif mengajari anak membaca di rumah.
Semoga bermanfaat.
Batas Pemasangan Kode Sampai Di Sini